Loading...

10 Perbedaan Sifat Unsur Logam dan Nonlogam (Materi SMP)

Advertisement
Materi tersusun dari beberapa partikel penyusun. Para ilmuwan mengklasifikasikan zat atau materi menjadi dua kelompok, yaitu zat tunggal dan campuran. Nah, apa yang dimaksud dnegan unsur? Unsur adalah zat tunggal atau murni yang paling sederhana dan tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia biasa. Unsur terdiri dari logam, nonlogam dan semilogam.
Perbedaan Sifat Unsur Logam dan Nonlogam
Zat murni memiliki sifat yang membedakan dengan zat lainnya. Misalnya, unsur hidrogen hanya tersusun dari atom-atom hidrogen saja. Unsur oksigen hanya tersusun dari atom-atom oksigen saja. Sifat oksigen dan hidrogen tidak tampak pada zat yang dibentuk dari keduanya, misal air (H2O).

Di alam terdapat 92 jenis unsur alami, sedangkan selebihnya adalah unsur buatan. Jumlah keseluruhan unsur di alam kira-kira 106 jenis unsur. Unsur dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
1. Unsur Logam
Secara umum unsur logam memiliki sifat berwarna putih mengkilap, mempunyai titik lebur rendah, dapat menghantarkan arus listrik, dapat ditempa dan dapat menghantarkan kalor atau panas. Pada umumnya logam merupakan zat padat, namun terdapat satu unsur logam yang berwujud cair yaitu air raksa. Beberapa unsur logam yang bermanfaat dalam kehidupan seharihari, antara lain:
 Khrom (Cr)
Digunakan untuk bumper mobil, dan campuran dengan baja menjadi stainless steel.
 Besi (Fe)
Merupakan logam yang paling murah, sebagai campuran dengan karbon menghasilkan baja untuk konstruksi bangunan, mobil dan rel kereta api.
 Nikel (Ni)
Nikel padat sangat tahan terhadap udara dan air pada suhu biasa, oleh karena itu nikel digunakan sebagai lapisan pelindung dengan cara disepuh.
 Tembaga (Cu)
Tembaga banyak digunakan pada kabel listrik, perhiasan, dan uang logam. Campuran tembaga dengan timah menghasilkan perunggu sedangkan campuran tembaga dengan seng menghasilkan kuningan.
 Seng (Zn)
Seng dapat digunakan sebagai atap rumah, perkakas rumah tangga, dan pelapis besi untuk mencegah karat.
 Platina (Pt)
Platina digunakan pada knalpot mobil, kontak listrik, dan dalam bidang kedokteran sebagai pengaman tulang yang patah.
 Emas (Au)
Emas merupakan logam sangat tidak reaktif, dan ditemukan dalam bentuk murni. Emas digunakan sebagai perhiasan dan komponen listrik berkualitas tinggi. Campuran emas dengan perak banyak digunakan sebagai bahan koin.

2. Unsur non logam
Pada umumnya unsur non logam memiliki sifat tidak mengkilap, penghantar arus listrik yang buruk, dan tidak dapat ditempa. Secara umum non logam merupakan penghantar panas yang buruk, namun terdapat satu unsur non logam yang dapat menghantarkan panas dengan baik yaitu grafit. Beberapa unsur non logam yang bermanfaat dalam kehidupan seharihari, antara lain:
 Fluor (F)
Senyawa fluorid yang dicampur dengan pasta gigi berfungsi menguatkan gigi, freon  12 sebagai pendingin kulkas dan AC.
 Brom (Br)
Senyawa brom digunakan sebagai obat penenang saraf, film fotografi, dan bahan campuran zat pemadam kebakaran
 Yodium (I)
Senyawa yodium digunakan sebagai antiseptik luka, tambahan yodium dalam garam dapur, dan sebagai bahan tes amilum (karbohidrat) dalam industri tepung

3. Unsur semi logam (Metaloid)
Unsur semi logam memiliki sifat antara logam dan non logam. Beberapa unsur semi logam yang bermanfaat dalam kehidupan seharihari, antara lain :
 Silikon (Si)
Terdapat di alam terbanyak kedua setelah oksigen, yakni 28 %dari kerak bumi. Senyawa silikon banyak digunakan dalam peralatan pemotong dan pengampelasan, untuk semi konduktor, serta bahan untuk membuat gelas dan keramik.
 Germanium (Ge)
Keberadaan germanium di alam sangat sedikit, diperoleh dari batu bara dan batuan seng pekat. Germanium merupakan bahan semikonduktor, yaitu pada suhu rendah berfungsi sebagai isolator sedangkan pada suhu tinggi sebagai konduktor.

Perbedaan Sifat Unsur Logam dan Nonlogam

Pengelompokkan unsur dilakukan berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya, seperti titik lebur, titik didih, wujud (logam, semilogam, nonlogam), daya hantar listrik, dan daya hantar panas. Tujuan pengelompokkan unsur adalah untuk mempermudah dalam mempelajari masing-masing unsur. Pengelompokkan tersebut disajikan dalam bentuk tabel yang dinamakan Sistem Periodik Unsur (SPU).

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, unsur-unsur diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu logam, nonlogam, dan semilogam (metaloid). Kebanyakan unsur adalah logam. Sesama logam sulit bereaksi membentuk senyawa. Perhatikan tabel perbandingan sifat antara logam dan nonlogam berikut ini.
Tabel Perbandingan Sifat antara Logam dan Nonlogam
No.
Logam
Nonlogam
1.
Pada suhu kamar (25oC) berwujud padat kecuali raksa
Pada suhu kamar ada yang berwujud padat, cair, dan gas
2.
Bersifat kuat
Bersifat rapuh
3.
Dapat ditempa dan direngangkan
Tidak dapat ditempa
4.
Mengkilap jika digosok
Tidak mengkilap jika digosok kecuali intan
5.
Konduktor listrik yang baik
Nonkonduktor listrik, kecuali grafit
6.
Penghantar panas yang baik
Bukan penghantar panas
7.
Titik cair (leleh) tinggi kecuali litium, natrium, kalium dan merkuri (raksa)
Titik lelh rendah, kecuali intan
8.
Titik didih tinggi
Titik didih rendah
9.
Massa jenis umumnya tinggi
Massa jenis umumnya rendah
10.
Memiliki energi ionisasi relatif rendah
Memiliki energi ionisasi relatif tinggi

Sifat Unsur Metaloid
Unsur-unsur yang berada di perbatasan antara unsur logam dan nonlogam bersifat semi logam atau metaloid. Sifat-sifat unsur metaloid ada yang memiliki sifat seperti unsur logam dan ada juga yang memiliki sifat seperti unsur nonlogam. Contohnya permukaannya mengkilat, titik didih tinggi seperti logam tetapi ada yang massa jenis dan kerapuhannya seperti nonlogam.

Unsur-unsur metaloid, yaitu B, Si, Ge, As, Sb, Te dan Po. Unsur metaloid yang paling sering digunakan adalah unsur silikon. Selain silikon unsur contoh unsur lain yang sering digunakan adalah arsenik dan siberium. Unsur-unsur tersebut mempunyai penampilan seperti logam, tetapi warnanya gelap. Hal itu berbeda dengan penampilan logam yang mengilap.

Metaloid adalah semikonduktor (penghantar listrik yang tidak sebaik logam). Metaloid banyak diperlukan dalam industri elektronik. Piranti elektronik seperti kalkulator dan mikro komputer memungkinkan dibuat dari bahan-bahan metaloid.

Post a Comment

Mohon berkomentar secara bijak dengan bahasa yang sopan dan tidak keluar dari topik permasalahan dalam artikel ini. Dan jangan ikut sertakan link promosi dalam bentuk apapun.
Terimakasih.

emo-but-icon

Home item

Materi Terbaru